Musim Kemarau (April - November)
Ini adalah jendela waktu pendakian resmi yang ditetapkan oleh Taman Nasional. Cuaca umumnya stabil dengan langit biru yang bersih di pagi hari, sangat meminimalisir risiko tanah longsor atau jalur berlumpur.
Memilih bulan keberangkatan yang tepat adalah faktor krusial antara menikmati lautan awan yang menakjubkan atau terjebak dalam badai berbahaya di lereng kawah.
Berada di garis ekuator tropis, Pulau Lombok hanya mengenal dua musim: Kemarau dan Penghujan. Namun, karena ketinggiannya yang ekstrem (3.726 meter), Gunung Rinjani memanifestasikan iklim mikronya sendiri. Suhu di desa awal mungkin berkisar 30°C, sementara suhu di puncak pada waktu yang sama bisa anjlok hingga mencapai titik beku.
Ini adalah jendela waktu pendakian resmi yang ditetapkan oleh Taman Nasional. Cuaca umumnya stabil dengan langit biru yang bersih di pagi hari, sangat meminimalisir risiko tanah longsor atau jalur berlumpur.
Selama bulan-bulan monsun yang berat ini, otoritas Taman Nasional Gunung Rinjani memberlakukan penutupan total untuk seluruh aktivitas pendakian demi keselamatan publik dan restorasi ekosistem alam.
Sangat penting bagi setiap pendaki untuk membawa pakaian teknis yang memadai (sistem layering). Banyak insiden hipotermia terjadi akibat ketidaktahuan pendaki dalam merespons anjloknya suhu pasca terbenamnya matahari.
| Lokasi Pos | Ketinggian | Suhu Siang | Suhu Malam |
|---|---|---|---|
| Sembalun / Senaru | 600 - 1.150m | 28°C - 32°C | 18°C - 22°C |
| Hutan / Sabana (Pos 2) | 1.500 - 2.000m | 22°C - 26°C | 12°C - 16°C |
| Pelawangan (Crater Rim) | 2.639 - 2.641m | 15°C - 20°C | 3°C - 8°C |
| Puncak Rinjani | 3.726m | 5°C - 10°C | 0°C - 4°C |